Jumat, 23 Oktober 2009

STRATEGI DAKWAH PENDETA KRISTEN

Metode dakwah para Pendeta Kristen kepada umat manusia , antara lain bertujuan untuk ;


1. Untuk kalangan umat Kristen sendiri bertujuan untuk ;


a. Memperkokoh kepercayaan umat Kristen terhadap ajaran Trinitas.
Pendeta mengajari umatnya dengan bacaan-bacaan yang terdapat di dalam Bible kemudian memperkuatnya dengan analisa-analisa ,baik dengan bukti-bukti sejarah maupun dari dengan analisa logis mereka.
b. Mencegah umat Kristen supaya jangan berpaling kepada agama lain. Apabila nubuat yang terdapat di dalam Bible kurang mencukupi atau analisa dari bukti-bukti sejarah dan daya pikir mereka kurang tepat, maka para Pendeta tersebut akan melakukan cara-cara lain untuk mengelabui umatnya. Cara yang paling umum mereka lakukan adalah dengan memberikan perbandingan antar agama, lalu mereka menyimpulkan bahwa agama Kristen adalah agama terbaik dan paling benar dari semua agama lainnya di dunia.
Untuk melakukan strategi dakwah ini, para Pendeta tidak segan-segan mencari-cari kekurangan dan kejelekkan agama lain, lalu mereka membenarkan pendapat dan analisa mereka kepada umatnya.
Para Pendeta Kristen tidak merasa malu mengadopsi ayat-ayat AL Qur’an untuk membenarkan ajaran mereka, dengan cara pandang yang berbeda dari arti dan makna yang sebenarnya di dalam ayat-ayat AL Qur’an tersebut. Bahkan mereka sering melakukan pencangkokkan ayat-ayat di dalam Bible terhadap ayat-ayat Al Qur’an, sehingga menghasilkan kesimpulan baru yang sangat luar biasa untuk membenarkan agama Kristen diatas agama Islam.
Metode dan strategi dakwah para pendeta Kristen tersebut terus mereka kembangkan dan perbaharui sesuai dengan kemajuan zaman, tujuannya adalah untuk mencegah umatnya berpaling keagama lain.

2. Untuk kalangan umat Islam.


Metode dakwah para Pendeta Kristen terhadap umat Islam , antara lain bertujuan untuk ;


a. Membuat opini dan kesamaan pandangan kepada umat Islam bahwa semua Agama adalah sama baiknya di sisi Allah.


b. Menyampaikan pandangan , analisa dan kesimpulan mereka, bahwa Agama Islam membenarkan ajaran-ajaran Trinitas.
Dalam strategi dakwah ini, para Pendeta Kristen menyodorkan beberapa ayat-ayat di dalam AL Qur’an yang diduga membenarkan ajaran Trinitas antara lain ;


- Surat Az Zukhruf ayat 61 : ikutilah ajaran Isa sebagai jalan yang lurus.
- Surat AN Nisaa’ ayat 171 : Isa adalah Roh dan Kalimat(Firman) Allah.
- Surat Ali IMrat Ayat 45 : kata “ kalimatNya” dalam surat ini sama dengan kata “FirmanNYA yang terdapat dalam Injil Yohanes 1:14 yang mengatakan ‘lalu Firman itu menjadi manusia’.
- Surat Al Baqaraah ayat 87 : Isa diperkuat dengan Roh Kudus.
- Surat Maaaaryam ayat 30-32 : Perkataan Isa sewaktu masih bayi tanpa perantara dan langsung dianggap sebagai FirmanNYa.

Para Pendeta Kristen menyodorkan ayat-ayat tersebut agar umat Islam membenarkan ajaran Trinitas, sehingga bagi umat Islam yang tidak paham dan tidak mengerti akan segera mengamini pendapat Pendeta tersebut. Padahal bagi orang-orang yang megetahui, ternyata mereka memutarbalikkan makna ayat-ayat Al Qur’an tersebut untuk memalingkan keimanan umat muslim agar beralih kepada kekafiran. Begitulah strategi dakwah dan persekongkolan antara Iblis dengan Para Pendeta Kristen untuk mengkafirkan umat Islam.

c. Mempengaruhi umat Islam agar beriman kepada ajaran Kristen.
Untuk mempengaruhi keimanan umat Islam , mereka tidak malu-malu memperdaya umat Islam yaitu dengan melakukan pembohongan dan penistaan dengan cara merubah tafsir dan terjemahan ayat-ayat Al Qur’an.

Ayat-ayat AL Qur’an yang dapat mereka ubah antara lain adalah;
- Surat Az Zukhuruf ayat 63: Dimana kata “Keterangan” dari tafsir ayat tersebut di ubahnya menjadi “Terang atau Cahaya”. Sehingga makna dari ayat tersebut menjadi berubah sangat luar biasa.
- Surat Al Maa-idah ayat 48: Disini kata “membenarkan” dari tafsir ayat tersebut diatas diubah menjadi “ Mengesyahkan dan mengakui “. Sehingga ayat tersebut berubah jauh sekali dari makna yang sebenarnya yaitu menjadi “ Allah di dalam Al Qur’an mengesyahkan dan mengakui Injil (Bible)
- Surat Az Zukhuf ayat 4 : Makna dari tafsir kata “induk Al Kitab” diubah menjadi “ Induk Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru”. Sehingga ayat tersebut menjadi berubah maknanya sama sekali yaitu; “ Sesunguhnya Al Qur’an itu adalah Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru


Strategi dakwah ini sering dilakukan oleh para Pendeta Kristen, karena mereka mengetahui kelemahan umat Islam dalam beragama. Kelemahan iman umat Islam yang paling menonjol adalah keyakinan yang bersifat fanatik terhadap ayat-ayat Al Qur’an. Keyakinan Umat Islam yang berlebihan tanpa diikuti dengan pengetahuan yang mendalam , dimamfaatkan dengan baik oleh Pendeta Kristen untuk menyampaikan beberapa ayat-ayat AL Qur’an yang sedikit di rekayasa, sehingga keyakinan umat Islam dapat digiring kedalam perangkap kekafiran.

d. Menyebarkan Fitnah


Fitnah yang dibuat dan disebarkan oleh kalangan Pendeta Kristen terhadap umat muslim antara lain adalah ;


- Menyebar gossip tentang kejelekan ajaran Islam, antara lain ;
• Agama islam disebarkan dengan cara perperangan
• Umat muslim pelaku terror di dunia
• Hukum qisas yang tidak berperikemanusiaan
• Tidak menghargai kaum wanita
• Tidak ada sistim demokrasi dalam Negara Islam
• Anak-anak dipaksa menganut ajaran orang-tuanya
• Tidak ada kemerdekaan perorangan dalam berpendapat
• Agama Islam adalah agama keturunan


- Meneyebarkan Fitnah yang sangat keji kepada Nabi Muhammad , seperti;
• Muhammad tukang kawin
• Muhammad menyebarkan Islam dengan Pedang
• Muhammad mengajarkan umatnya melakukan terror


- Membuat opini public terhadap kejelekan umat islam , antara lain;
• Umat muslim merupakan kaum termiskin di dunia
• Umat muslim merupakan kaum terkebelakang di dunia
• Umat muslim penghuni neraka di akhirat
• Perusak alam dan lingkungan adalah umat Islam
• Pelaku kurupsi dan pencurian di negara berkembang adalah umat Islam.

Kenapa Para Pendeta Kristen melakukan strategi Dakwah yang menyesatkan itu terhadap Umat Islam? jawabannya antara lain adalah ;

* Para Ahli Kitab (Pendeta) Kristen mengakui di dalam hati nuraninya bahwa Ayat-ayat Al Qur'an mengandung hikmah kebenaran, tetapi mereka merasa malu untuk mengakui kebenaran itu. Sehingga mereka hanya merasa Iri dan dengki atas Mukjizat ayat-ayat Al Qur'an.

* Para Ahli Kitab (Pendeta) Kristen menyadari bahwa ayat-ayat yang terdapat di dalam Bible tidak cukup kuat untuk meyakinkan umat islam supaya membenarkan ajaran Trinitas mereka. Sehingga mereka mencoba melakukan pencangkokkan ayat Bible kedalam Al Qur'an.

* Para Pendeta merasa sangat kuatir atas prilaku Umatnya(domba) yang sudah meninggalkan ajaran-ajaran Kristen, bahkan domba-domba itu banyak yang melarikan diri ke kandang milik Umat Muslim. Sehingga Pendeta harus melakukan metode dakwah yang lebih hebat untuk mencuci pikiran domba-domba itu supaya tidak masuk ke kandang domba milik Umat Muslim.

Tidak ada komentar: